Welcome to our site

When it comes to picking up a bag for your next trip, you are already facing hundreds of choices. Yet, not the end of the story. The bigger picture here reluctantly involves .

Cacar Air, Varisella atau Chicken Pox

January 2nd, 2010

Penyakit yang disebabkan virus varisella zoster. Penyakit cacar air terjadi karena virus masuk ke tubuh melalui selaput lendir saluran napas bagian atas (hidung, mulut, dan tenggorokan). Penularan utama penyakit ini, yaitu melalui udara atau titik-titik ludah. Setelah masuk ke tubuh, virus akan tumbuh dan memperbanyak diri, lalu menyebar melalui darah dan getah bening. Masa inkubasi atau mulai masuknya virus ke tubuh hingga timbul gejala, rata-rata membutuhkan waktu sekitar 14-17 hari.

 
Penyakit ini menular sejak beberapa hari sebelum timbulnya bercak – bercak pada kulit hingga beberapa hari setelah semua bercak – bercak berair itu mengering. Sebelum timbul ruam pada kulit, umumnya penderita terlebih dahulu mengalami gejala penyerta,seperti demam,nyeri kepala, sendi, otot, tenggorokan, nafsu makan selanjutnya muncul bercak kemerahan di kulit yang berkembang menjadi papul, selanjutnya menjadi bentol – bentol berisi cairan yang  mengering beberapa hari kemudian. Terlihat pada wajah, tubuh dan kulit kepala. Ujung – ujung anggota badan hanya sedikit terkena. Diagnosis cacar air didasarkan hanya dengan gambaran klinis.

 
Pengobatan hanya bersifat suportif, dengan kata lain hanya mengurangi gejala yang muncul misalnya demam dan gatal. Biasanya diberikan parasetamol  untuk demamnya dan antihistamin misalnya CTM untuk mengurangi gatalnya. Bedak salicyl dapat diberikan untuk mengurangi gatal. Obat anti virus hanya efektif memperpendek perjalanan penyakit jika diberikan 24 jam pertama sejak muncul bercak di kulit. Acyclovir merupakan obat antivirus yang sering dipakai. Aman dipakai pada ibu hamil, menyusui dan anak – anak.

Tidak ada pantangan makanan, penderita dianjurkan untuk makan tinggi kalori dan protein. Dianjurkan untuk mandi untuk mengurangi rasa gatal dan menjaga kebersihan kulit untuk menghindari infeksi.Rata – rata bercak mulai mengering setelah tujuh hari. Karena penularan melalui udara, hampir 100% orang yang tinggal serumah akan ketularan kecuali yang sudah pernah kena atau sudah di vaksinasi karena sudah memiliki kekebalan.

 

Asma pada anak

January 2nd, 2010

Asma adalah kondisi yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan kecil (bronchi) di paru-paru yang terjadi karena dinding saluran mengalami pembengkakan dan peradangan. Udara menjadi lebih sulit untuk lewat dan hal ini menyebabkan terjadinya mengi (wheezing), batuk, serta masalah lain dalam pernapasan. Mengi akan dialami 1 dari 4 anak selama masa kanak-kanaknya. Dengan penanganan yang tepat, hampir semua anak dengan asma dapat ikut serta dalam aktivitas olah raga dan menjalani hidup yang aktif.

Gejala
Beberapa gejala asma yang paling umum adalah: Batuk. Batuk umumnya terjadi di malam hari, dini hari, saat cuaca dingin, dan saat beraktivitas fisik. Napas yang terdengar seperti bunyi peluit juga kesulitan bernapas.

Gejala asma akan berlangsung selama 2-3 hari, atau bahkan lebih. Setelah serangan asma membaik, anak akan membutuhkan pereda serangan (reliever) 3-4 kali per hari hingga batuk dan mengi menghilang.

Pemicu
Penyebab asma seringkali tidak diketahui. Asma umum ditemui menurun dalam keluarga. Dan asma dapat berhubungan dengan kondisi lain seperti eksim (eczema) dan alergi. Beberapa pemicu serangan asma adalah sebagai berikut: Flu. Pemicu asma paling umum adalah infeksi saluran napas yang disebabkan virus. Infeksi virus umum terjadi pada anak-anak sekitar 6-8 kali dalam setahun. Jika seorang anak rentan terhadap asma, ia akan mengalami mengi dan batuk-batuk pada waktu-waktu tersebut.

Virus tidak dapat dibunuh dengan antibiotik, karena itu antibiotik tidak dibutuhkan pada serangan asma ini. Aktivitas fisik, perubahan cuaca, asap rokok, kutu yang ditemukan pada debu rumah, serbuk sari bunga, hewan peliharaan. Serangan asma dapat dicegah dengan menghindari pemicunya. Karena itu, jika pemicu diketahui, pemicu tersebut sedapat mungkin harus dihindari.

Penanganan
Pada sebagian besar anak, asma dapat dikontrol dengan obat yang tepat. Dua tipe obat yang digunakan pada anak-anak adalah: Pereda serangan (reliever). Jenis obat ini bekerja cepat dan bermanfaat dalam serangan akut. Contohnya adalah Ventolin. Jenis obat ini disebut bronchodilator (broncho-: saluran napas, dilator: yang membuat lebar). Sesuai namanya, obat ini melebarkan saluran napas yang sempit sehingga udara lebih mudah lewat. Obat ini memberi efek optimal dengan inhalasi (dihirup  melalui hidung). Pada serangan akut, anak akan membutuhkan Ventolin setiap 2-4 jam. Jika anak anda membutuhkan lebih dari dosis tersebut, anda harus menghubungi dokter anak anda.

Prednisolone. Obat ini adalah sejenis steroid yang mengurangi pembengkakan dan peradangan dinding saluran napas, dan membantu membuat saluran napas lebih reaktif terhadap bronchodilator. Prednisolone memebutuhkan 6-8 jam untuk mulai bekerja. Jenis obat ini diberikan dalam bentuk sirup atau tablet selama 2-4 hari. Penggunaan jangka pendek ini tidak akan menyebabkan terjadinya efek samping prednisolone atau steroid secara umum.

Pencegah serangan (preventer). Tidak setiap anak dengan asma membutuhkan jenis obat ini. Pencegah serangan juga dikonsumsi dengan cara inhalasi dan harus dikonsumsi setiap hari. Anak dengan asma yang membutuhkan pencegah serangan perlu melakukan kunjungan rutin ke dokter untuk penilaian apakah jenis obat yang diberikan bekerja dan penyesuaian dosis.

Penanganan di antara serangan
Sebagian besar anak dengan asma yang mengalami mengi saat sedang terinfeksi virus tidak membutuhkan terapi apapun di antara serangan. Jika anak mengalami batuk atau mengi lebih dari sekali seminggu di malam hari atau saat beraktivitas fisik, anak tersebut mungkin membutuhkan obat pencegah serangan (preventer).

Inhalasi adalah cara terbaik untuk menggunakan sebagian besar obat asma. Untuk mengoptimalkan penyerapan obat, spacer bekerja sama baiknya dengan pompa nebulisasi (nebuliser pump) dan jauh lebih murah.

(copas:artikelpribadi)

Kenapa Bayi bisa kuning?

January 2nd, 2010

Bayiku kok kuning ya?

Yang mengakibatkan bayi berwarna kuning adalah suatu zat yang disebut bilirubin. Kalau bayi berwarna kuning, berarti kadar bilirubin dalam darah bayi melebihi batas normal.

Sumber utama produksi bilirubin adalah pemecahan pigmen heme yang berasal dari sel darah merah.

Gampangnya, sel darah merah yang hancur , akan menghasilkan bilirubin yang akan mewarnai bayi anda jadi kuning. Normalnya bilirubin ini akan dibersihkan dari darah bayi di dalam hati, terus dijadikan asam empedu dan sebagian dikeluarkan di usus sebagai zat yang memberi warna feses.

Jadi birubin bisa meningkat melebihi normal bila ada peningkatan penghancuran sel darah merah, misalnya pada penyakit kelainan sel darah merah seperti thalasemia, atau ada kelainan pada sistem pembuangan bilirubin ( di hati, saluran empedu dll) misalnya pada sakit hepatitis.

Perlu diketahui, hampir semua bayi mengalami kuning pada usia tiga hari pertama. Jadi, kuning pada bayi bisa merupakan hal yang normal, dokter bilang ikterus fisiologis alias kuning yang normal.

Penyebab bayi kuning, pada saat di dalam rahim, bayi membutuhkan ekstra sel darah merah yang diproses oleh hati. Tetapi, hati bayi baru lahir biasanya belum mencapai maturasi, sehingga kapasitas pengolahannya belum efisien. Karenanya, terjadilah peningkatan kadar bilirubin, sehingga bayi tampak kuning.

Kuning pada bayi umumnya timbul pada hari keempat dan berakhir pada usia bayi 2 minggu. Pada minggu kedua inilah, kemampuan hati akan meningkat, bayi tidak lagi kuning. Perlu diketahui, jika Anda memberikan ASI eksklusif, maka kuning pada bayi akan berlangsung lebih lama. Meski demikian ibu tidak perlu cemas dan tetap meneruskan pemberian ASI pada bayi.

Untuk itu ada beberapa hal yang tak boleh luput dari perhatian untuk menghindari bayi kuning, seperti:

   1. Patuhi jadwal kunjungan ke dokter berikutnya. Bila kadar bilirubin tidak terlalu tinggi (< 10), umumnya bayi diperkenankan untuk pulang ke rumah. Namun, biasanya 3 hari setelah kepulangannya dari rumah sakit, bayi diminta kembali ke dokter/rumah sakit untuk dikontrol kadar bilirubinnya. Ini dimaksudkan bila terjadi peningkatan bilirubin yang tinggi dapat segera dilakukan tindakan. Karenanya, patuhi jadwal tersebut!
   2. Cermati kondisi bayi. Jika ada tanda-tanda bayi tidak aktif, seperti tidur terus dan malas menetek segera bawa ke rumah sakit. Hal ini dapat dijadikan tanda bahwa telah terjadi peningkatan kadar bilirubin yang berisiko memicu kejang pada bayi. Cara lain yang paling mudah untuk mengamati peningkatan bilirubin adalah melalui bola mata dan kulit bayi yang terlihat menguning.
   3. Berikan ASI sebanyak mungkin. Banyak minum ASI dapat membantu menurunkan kadar bilirubin, karena bilirubin dapat dikeluarkan melalui air kencing dan kotoran bayi.
   4. Jemur bayi di matahari pagi. Menjemur bayi tanpa busana di bawah sinar matahari pagi antara (pukul 07.30 – 08.30) dapat membantu memecah bilirubin dalam darah. Lindungi mata bayi dari sorot sinar matahari secara langsung.

Meski demikian, tidak semua bayi kuning bisa diobati hanya dengan menjemurnya di bawah sinar matahari pagi. Ada juga yang perlu dirawat inap di rumah sakit untuk menjalani beberapa terapi. Tentu saja jika bayi terdeteksi memiliki kadar bilirubin di atas ambang normal.

Semakin Anda mematuhi saran diatas, maka akan semakin cepat hilangnya kuning pada bayi Anda.

(copas:asianbrain)

Diare karena susu

January 2nd, 2010

Gula atau karbohidrat

Dalam bahasa sehari-hari, kita mengenal istilah gula pasir, gula jawa, gula bit dan sebagainya. Dalam dunia kedokteran, yang dimaksud gula adalah karbohidrat. Dan istilah gula susu yang sering kita dengar berarti sejenis karbohidrat yang terdapat dalam susu.
Karbohidrat itu sendiri merupakan salah satu unsur gizi yang dibutuhkan tubuh dari makanannya di samping protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Zat ini merupakan bahan bakar tubuh, karena dari zat ini kita mendapatkan energi datau tenaga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Lebih dari 50 persen kalori yang didapat tubuh biasanya disediakan leh karbohidrat.
Ada berbagai macam karbohidrat, begitu juga dengan sumbernya. Seperti gula pasir yang sering kita gunakan termasuk dalam golongan karbohidrat yang disebut sukrosa. Sedang gula susu dikenal juga dengan laktosa.

Susu sebagai sumber laktosa

Air Susu Ibu (ASI) mengandung laktosa sebagai karbohidratnya. Demikian juga dengan susu sapi, susu kambing, dan susu dari hewan mamalia lainnya kecuali anjing laut. Susu formula atau susu botol dengan sendirinya juga mengandung laktosa.
Dari penelitian tersingkap bahwa kelenjar pankreas (yang menghasilkan enzim-enzim pencernaan) pada bayi baru lahir belum bekerja dengan sempurna. Akibatnya bayi baru lahir tidak dapat mencerna karbohidrat dari sumber lain seperti nasi. Di dalam jonjot-jonjot usus, terdapat enzim yang berfungsi memecah laktosa. Laktosa yang diminum bayi akan dipecah menjadi jenis gula yang lebih kecil molekulnya, yaitu glukosa dan galaktosa. Kedua gula inilah yang diserap usus masuk ke pembuluh darah dan kemudian diedarkan ke seluruh tubuh untuk digunakan sebagai bahan bakar.

Berkurangnya enzim laktase

Enzim laktase dalam usus bayi sudah terbentuk sejak janin. Kadar maksimal akan tercapai pada usia janin 6-7 bulan sampai bayi lahir. Bayi-bayi prematur atau bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram, biasanya memiliki enzim laktase lebih kecil. Untuk kasus-kasus bayi dengan laktase kurang, mereka harus diberi makanan susu khusus.

Berkurangnya kadar enzim laktase di dalam jonjot-jonjot usus akan mengganggu kesehatan bayi. Pada penyakit diare misalnya, karena serangan kuman terjadilah kerusakan jonjot-jonjot. Kerusakan ini akan mengakibatkan jonjot-jonjot usus berkurang. Dan dengan sendirinya kadar enzim laktasepun akan berkurang.
Kemampuan seseorang untuk menangkal gangguan kesehatan akibat susu juga dipengaruhi oleh enzim laktase ini. Orang-orang kulit putih termasuk golongan yang tahan terhadap susu. Lain halnya dengan orang kulit berwarna seperti Asia, umumnya mereka tergolong yang tidak tahan susu. Pada orang kulit berwarna, kadar enzim laktase mereka umumnya menurun setelah berusia 3 tahun. Rendahnya enzim laktase ini pun tetap bertahan sampai dewasa. Lain halnya dengan orang kulit putih, mereka tetap dapat mempertahankan kada enzim laktase yang tinggi sampai mereka dewasa.

Berdasarkan teori, ketidakmampuan orang kulit berwarna memiliki enzim laktase rendah karena mereka tidak mendapatkan susu tambahan setelah mereka disapih. Akibatnya, tubuh mereka tidak dirangsang untuk cukup memproduksi enzim laktase. Dan karena terjadi setelah bertahun-tahun, dari generasi ke generasi, maka terjadilah perubahan genetik. Hasilnya, saat ini orang kulit berwarna akan sakit perut dan mencret kalau minum susu. Memang tidak semua orang, sebagian kecil orang kulit berwarna dapat tetap memiliki kadar enzim laktase tinggi. Walaupun kada enzim laktase di dalam tubuh rendah, sebagian besar dari kita masih dapat mengkonsumsi susu dengan toleransi baik. Asal, susu yang kita minum tidak terlalu banyak, misalnya hanya sekitar 200 sampai 400 cc sehari.
Penyakit kurang gizi (malnutrisi) juga dapat membuat anak tidak tahan susu. Sebab, dalam keadaan gizi buruk, jumlah jonjot usus berkurang. Akibatnya kadar enzim laktase pun berkurang.

Bahaya tidak tahan susu

Tidak tahan susu atau lebih sering intoleransi laktose diartikan sebagai gejala gangguan kesehatan berupa perut kembung, mencret, dan sakit perut kalau minum susu yang mengandung laktosa. Keadaan ini bisa saja menyerang semuaorang baik tua maupun muda. Kalau seorang bayi terserang diare, untuk sementara waktu ia tidak dapat menerima laktosa. Bila ia masih terus diberikan susu yang mengandung tinggi laktosa, maka mencretnya akan berlangsung terus. Padahal, laktosa yang tidak dapat dicerna usus tersebut merupakan makanan empuk bagi bakteri yang ada di dalam usus. Akibatnya, bakteri itupun akan berkembang baik.
Pada saat memanfaatkan laktosa tersebut, bakteri tidak menghabiskan seluruhnya. Tetapi terdapat sisa-sisa berupa asam-asam organik yang bersifat dapat menambah kerusakan jonjot-jonjot usus. Penambahan bakteri yang berlipat ganda ini pun akan membahayakan usus yang telah rusah tadi. Akibatnya diare pun akan berkepanjangan dan akan terjadi gangguan pencernaan dan penyerapan makanan. Pada akhirnya gangguan ini akan mempengaruhi tumbuh kembang anak.
Tidak semua bayi yang menderita diare akan tidak tahan susu atau laktosa. Biasanya dokter akan menentukan apakah perlu diganti susu yang didapat bayi. Kalaupun perlu, penggantian tersebut hanya bersifat sementara.

Diare dan susu khusus

Laktosa memang tidak sembarangan ada di dalam ASI atau susu formula kalau tidak ada keunggulannya. Keunggulan utama adalah dalam penyerapan mineral kalsium yang sangat dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan tulangnya. Sebagian ahli juga berpendapat bahwa laktosa juga berguna dalam mematangkan susunan saraf pusat (otak) bayi, karena ia dibutuhkan dalam pembentukan sarung serabut saraf.
Walaupun laktosa sangat dibutuhkan oleh tubuh karena ketidakmampuan tubuh menerimanya terpaksa susu harus diganti dengan susu khusus. Tetapi susu ini juga bisa digunakan oleh penderita diare pada saat serangan saja, untuk kemudian kembali pada susu biasa. Hal ini mengingatkan laktosasangat dibutuhkan bayi. Komposisi susu khusus ini disesuaikan dengan keadaan penderita diare. Disesuaikan dengan berkurangnya laktase dalam tubuh penderita, maka jumlah laktosa tersebut dikurangi dan diganti dengan jenis karbohidrat lain atau jenis glukosa polimer. Bisa juga laktosa tersebut dihilangkan dan diganti dengan jenis glukosa lain.

Tiga golongan susu khusus untuk diare adalah:

    *

      Formula susu sapi rendah laktosa
      Pada jenis susu ini kadar laktosa susu normal yaitu 7 gram/100 milimeter diturunkan menjadi kira-kira 1 gram/100 milimeter. Contoh susu : LLM dan Almiron
    *

      Formula susu sapi bebas laktosa
      Laktosa yang ada pada susu dihilangkan dan diganti dengan gula lain. Contoh susu : Bebelac FL dan Pregetismil
    *

      Formula susu kedele
      Formula ini terbuat dari kedele sehingga tidak mengandung susu sapi. Otomatis susu ini tidak mengandung laktosa.
      Contoh: Nursoy, nutrisoya, dan Prosobee

(copas:kesehatananak.com)

Bersihin Gigi Anak

January 2nd, 2010

Menjaga Gigi Anak Tetap Sehat

Kapankah sebaiknya seorang anak mulai dibawa untuk kunjungan rutin ke dokter gigi? Apakah anak berusia 3 tahun sudah harus mulai menyikat gigi? Pertanyaan semacam itu sering dilontarkan oleh para orang tua. Para orang tua sering merasa ragu-ragu mengenai waktu yang tepat untuk mulai merawat gigi anaknya.

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Mulai Merawat Gigi Anak?
Perawatan gigi yang benar sebaiknya dimulai bahkan sebelum bayi mulai tumbuh gigi pertamanya. Walaupun tidak terlihat, gigi sebenarnya sudah terbentuk sejak trimester kedua masa kehamilan. Pada saat kelahiran, seorang bayi sudah memiliki 20 gigi susu di dalam rahangnya.

Menggosokkan lap yang lembab dengan lembut ke gusi bayi setelah makan dapat mencegah terkumpulnya bakteri-bakteri perusak. Setelah seorang anak memiliki beberapa gigi yang sudah tumbuh, sebaiknya ia mulai diperkenalkan dengan sikat gigi. Gunakan sikat gigi khusus untuk anak yang memiliki bulu sikat yang lembut.

Apakah Gigi Bayi Juga Dapat Mengalami Kerusakan?
Kerusakan gigi dapat terjadi pada bayi bila orang tua memiliki kebiasaan yang kurang baik seperti membiarkan bayi tidur dengan botol susu dimulutnya. Menurut beberapa dokter gigi anak, kebiasaan semacam ini dapat merusak gigi bayi bila dibiarkan terus menerus. Gula yang terdapat pada susu yang menempel terus di gigi bayi selama berjam-jam dapat merusak enamel gigi. Awalnya dapat terjadi perubahan warna pada gigi depan. Lama kelamaan bila dibiarkan dapat timbul lubang gigi. Orang tua juga harus membiasakan waktu minum susu yang teratur karena menghisap botol susu terus menerus sepanjang hari dapat merusak gigi bayi.

Apakah Anak Saya Harus Dibawa Ke Dokter Gigi Tertentu?
Sebaiknya anak diperiksa giginya pada dokter gigi yang khusus merawat anak-anak atau yang biasa disebut dokter gigi anak (pediatric dentist).  Dokter gigi anak dapat merawat berbagai masalah kesehatan gigi yang umumnya dihadapi oleh anak-anak.
Dokter gigi anak bekerja dengan tujuan pencegahan masalah-masalah kesehatan gigi sebelum timbul, dan perawatan melalui pemeriksaan teratur agar gigi dan gusi tetap sehat.

Bagaimana Mencegah Timbulnya Lubang Gigi?
Sebaiknya seorang anak dibawa mengunjungi dokter gigi pada usia satu tahun. Dokter gigi akan menjelaskan bagaimana cara membersihkan gigi yang baik dan benar. Dokter gigi juga akan memeriksa keadaan kesehatan gigi anak. Kunjungan awal seperti itu dapat membantu mengenali masalah-masalah yang mungkin timbul. Selain itu, kunjungan ini dapat membuat anak menjadi terbiasa dan tidak takut terhadap dokter gigi.

Lubang gigi dapat timbul karena makanan yang menempel pada gigi dan tidak segera dibersihkan. Makanan tersebut akan membentuk semacam zat asam yang dapat merusak lapisan-lapisan gigi. Bila lapisan gigi rusak maka akan timbul lubang gigi.

Menyikat gigi sedikitnya dua kali sehari dapat menjaga kesehatan gigi. Anak usia 2 atau 3 tahun sudah mulai dapat menggunakan pasta gigi saat menyikat gigi asalkan dengan diawasi orang tua. Pasta gigi yang diberikan tidak perlu banyak. Pastikan anak meludahkan pasta giginya keluar setelah menyikat gigi.

 

Jika Anak ingin berkomunikasi

January 2nd, 2010

Prinsip-prinsip Dasar Membangun Komunikasi yang Baik antara Orangtua dan Anak-anak

    * Biarkan anak-anak mengetahui bahwa orangtua tertarik, ingin terlibat dan akan membantu ketika anak membutuhkannya.
    * Matikan televisi atau berhenti membaca koran ketika anak Anda ingin mengajak ngobrol.
    * Hindari mengangkat telepon ketika sang anak mempunyai sesuatu yang penting untuk diberitahukan.
    * Kecuali ada orang lain yang ingin ikut mengobrol bersama, jagalah agar percakapan Anda dengan si kecil tetap privat. Komunikasi yang paling baik akan tercipta jika hanya ada orangtua dan anak-anak, tak ada orang lain yang terlibat.
    * Mempermalukan sang anak atau membuatnya merasa canggung di depan orang banyak akan menimbulkan kejengkelan dan pertengkaran, bukan komunikasi yang baik.
    * Jangan berbicara dengan nada tinggi pada anak Anda. Turunkan nada bicara Anda untuk menyeimbangi pembicaraan dengan Si Kecil.
    * Jika orang tua marah terhadap perilaku atau sebuah kejadian yang menimpa anak, jangan memulai percakapan sampai kemarahan Anda mereda, karena orangtua tidak akan bersifat objektif sampai kemarahannya reda. Lebih baik tunggu sebentar, tenangkan diri Anda, kemudian baru berbicara dengan Si Kecil.
    * Jika orang tua sangat lelah, maka orang tua harus memberikan usaha yang lebih untuk menjadi seorang pendengar aktif. Menjadi pendengar aktif adalah sebuah kerja keras dan sangat susah dilakukan ketika tubuh dan pikiran anda sangat lelah.
    * Dengarkan secara hati-hati dan sopan. Jangan memotong pembicaraan anak ketika Si Kecil sedang menceritakan kisahnya. Berusahalah untuk bersikap sopan kepada anak-anak sama dengan yang kita lakukan kepada teman baik kita.
    * Jangan keluar dari topik pembicaraan, ketika anak-anak sedang menguraikan benang merah dari sebuah cerita dan jangan pernah membiarkan anak-anak mengembangkan tema sendiri. Ini adalah reaksi orangtua terhadap kejadian yang kebetulan terjadi di luar pengawasan orangtua, ketika Si Kecil mulai bercerita tentang apa yang terjadi, biasanya orangtua berkata, “Aku tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan, tapi sebaiknya kamu tidak terlibat dengan hal-hal seperti itu.”
    * Jangan tanya kenapa, tetapi tanyakanlah apa yang terjadi.
    * Ketika orang tua mempunyai pengetahuan terhadap suatu situasi, jelaskan pada anak-anak tentang informasi yang Anda tahu atau telah diberitahu.
    * Tetaplah berbicara dengan pembawaan yang dewasa (“Berbicaralah ketika aku sudah selesai.” “Aku tahu apa yang terbaik untukmu.” “Lakukanlah apa yang kukatakan dan masalahmu akan terselesaikan”) perkecil fekuensi berkhotbah dan berbicara tentang moral karena itu tidak akan membantu menciptakan komunikasi yang baik dan terbuka.
    * Jangan menggunakan kata-kata yang merendahkan, seperti: bodoh, malas dalam pernyataan-pernyataan: “Dasar bodoh, hal itu tidak masuk akal sama sekali” atau “Apa yang kamu tahu, kamu hanyalah seorang anak kecil.”
    * Bantulah sang anak dalam merencanakan beberapa tahap-tahap spesifik untuk menyelesaikan masalahnya.
    * Tunjukkanlah bahwa orang tua menerima anaknya, atas apa yang telah atau yang belum sang anak perbuat.
    * Dukung anak Anda untuk menjaga komunikasi tetap terbuka. Lakukanlah dengan menerimanya dan memuji usahanya untuk berkomunikasi.

(copas:ibudanbalita)

 

Jika Balita Sering Sakit

January 2nd, 2010

Lima tahun pertama adalah masa emas kehidupan anak. Tapi, selama masa emas itu, sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna sehingga balita mudah terserang kuman penyakit. Bunda perlu tahu kuncinya agar balita tidak mudah sakit.

Sakit memang adalah hal wajar bagi anak balita. Jika dalam satu tahun anak balita sakit 8 kali, itu masih tergolong normal, dengan catatan:

    * Jarak waktu jatuh sakit pertama dengan kedua tidak terlalu dekat, sekitar 2 bulan.
    * Durasi sakit tidak terlalu lama, misalnya, 3 hari hingga satu minggu.
   * Jenis penyakitnya ringan, cukup diatasi dengan  mengubah diet (menambah asupan zat gizi tertentu,  mengurangi makanan tertentu atau mengubah tekstur makanan), menambah waktu istirahat, banyak minum air dan bila perlu berobat ke dokter, cukup berobat jalan, tidak sampai dirawat di rumah sakit. 

Namun jika dalam sebulan balita terserang flu 2 kali, terkena diare lebih dari seminggu atau batuk lebih dari 2 minggu, itu termasuk sering dan harus segera dicari penyebabnya. Sebab, bila tidak segera diatasi, dia bisa mengalami gangguan asupan nutrisi, yaitu, zat-zat gizi yang dibutuhkan tidak terpenuhi dengan baik karena selagi sakit umumnya anak enggan makan. Atau, penyerapan zat-zat gizi terganggu, misalnya, karena ia terserang diare atau muntah-muntah.

Akibat lain adalah, kenaikan berat badan anak jadi kurang atau rendah, pertumbuhan dan perkembangannya pun terhambat. Ada hal-hal mendasar yang perlu dilakukan orangtua agar anak tidak sering sakit, yaitu:

   1. Menyiapkan pencernaan sehat sejak dini. Saluran pencernaan sehat adalah awal tubuh yang kuat. Menyiapkan saluran pencernaan yang sehat  diawali dengan pemberian ASI eksklusif sejak anak lahir hingga usia 6 bulan, dan tetap diberi ASi hingga usianya 2 tahun.
   2. Memenuhi semua jenis imunisasi (wajib dan ajuran) sesuai usia dan jadwal.
   3. Menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang. Perbanyak menyajikan menu dari sayuran dan buah-buahan agar kebutuhan vitamin dan mineral terpenuhi dengan baik, guna memperkuat sistem kekebalan tubuh. Hindari pemberian makanan berpengawet (misalnya; sosis, kornet bakso, mie instan), makanan atau minuman terlalu manis (coklat, permen), makanan berzat pewarna dan yang banyak mengandung vetsin (MSG).
   4. Terapkan pola hidup sehat, pastikan anak beraktivitas, berolahraga dan beristirahat cukup setiap hari.

Yuk, ubah kebiasaan pola hidup dan pola makan Anda dan balita Anda mulai dari sekarang, agar balita Anda tetap sehat dan tidak mudah sakit!

 (copas:ayahbunda)

SAY SORRY…PLEASE!

January 2nd, 2010

Maaf…ya?

Andi tiba-tiba nyelonong masuk ke ruang tamu sambil membawa mainan mobil-mobilan yang besar. Ia ingin menunjukkan pada mamanya kalau lampu mobil-mobilannya tidak bisa menyala. Tanpa disadari mobil-mobilan yang dipegangnya menyenggol gelas yang sedang dipegang Tante Irma, teman mamanya. “Ah…,” Tante Irma terpekik kaget saat melihat sirop merah membasahi bajunya. “Aduh maaf ya, maaf….” seru Rani, sang mama, sambil sibuk mengambil tisu untuk mengelap tumpahan sirop. “Andi, ayo minta maaf sama Tante Irma,” pinta Rani pada putranya yang berusia 2;8 tahun itu. Andi hanya menatap sekilas sambil berlalu masuk ke ruang dalam. Aduh, malu-maluin saja, batin Reni.

Sudah berulang kali Andi disuruh minta maaf saat melakukan kesalahan, tapi selalu responsnya hanya melihat sekilas sambil berlalu. Seakan-akan ia tidak bersalah sama sekali. Apa iya anak ini tidak menyadari kesalahannya?

Minta maaf atau menyesal terlalu rumit dilakukan batita, karena menurut Grady, MC, NCC., pakar konseling anak, di usia batita anak sedang berada pada fase egosentris dan belum mampu melihat permasalahan dari sudut pandang orang lain. Baginya selama sesuatu tidak membuatnya kecewa, tidak mengusik barang-barang yang sedang digunakannya, berarti tidak ada masalah. Jadi kalaupun ia menumpahkan sirop ke baju tamu mamanya, merusakkan mainan, membuat adiknya menangis, itu bukan masalah.

PEMBIASAAN DULU

Tentu saja hal ini tak bisa dibiarkan begitu saja, anak tetap harus diajarkan minta maaf, “Terlepas dari mengerti atau tidak, anak tetap harus dibiasakan untuk minta maaf saat melakukan kesalahan. Yang penting pembiasaannya dulu, seiring dengan bertambahnya usia, ia akan mengerti konsep maaf,” kata Anna Surti Ariani, Psi., yang berpraktik di beberapa tempat konseling psikologi di Jakarta.

Pembiasaan ini penting agar anak kelak memperoleh manfaatnya, antara lain:

* Mengeluarkan diri dari rasa bersalah

Pada prinsipnya minta maaf adalah cara seseorang mengeluarkan diri dari rasa bersalah. Dengan meminta maaf diharapkan seseorang menyadari kesalahan dan muncul tekad untuk tidak mengulanginya lagi. Meski konsep ini masih sulit dipahami batita, tapi seiring dengan bertambahnya usia ia akan mengerti.

* Melepas ketegangan

Bagaimanapun suasana menjadi tidak nyaman saat ada seseorang melakukan kesalahan. Umpamanya, Nouval yang menumpahkan sirop ke baju tamu, sejenak pasti muncul ketegangan, si tamu terpekik kaget, sang mama sibuk mengambil tisu dan tergopoh-gopoh minta maaf. Meski mungkin belum mengerti tapi anak tetap bisa merasakan ketegangan suasana. Nah, dengan minta maaf, segalanya bisa cair kembali. Anak pun akan mengamati, mamanya yang tadi cemberut setelah mendengar ia mengucapkan, “maaf,” bisa tersenyum kembali.

* Memperbaiki hubungan dengan orang yang tersakiti

Dengan minta maaf anak mempunyai “pintu” untuk memperbaiki hubungannya dengan orang yang tersakiti. Contoh, ia tak sengaja merusak mainan temannya, setelah minta maaf sang teman mau bermain lagi dengannya.

4 LANGKAH SEDERHANA

Untuk mudahnya, berikut 5 langkah sederhana cara membiasakan batita minta maaf:

1. Contoh langsung

Contohkan bagaimana seharusnya kata maaf diucapkan. Misal, orangtua tak sengaja menumpahkan susu anak, katakan, “Maaf ya, Sayang, Mama tidak sengaja menumpahkan susumu.” Begitu juga dengan kesalahan lain yang dilakukan. Dengan demikian diharapkan anak terbiasa melihat orang-orang terdekatnya mengucapkan maaf manakala melakukan kesalahan.

2. Tunjukkan penyesalan dengan bahasa tubuh

Lakukan kontak mata saat mengucapkan kata maaf, sehingga anak bisa merasakan penyesalan yang mengiringi permintaan maaf itu. Menggenggam tangan, memeluk erat, atau mencium juga akan dicontoh anak saat orangtua minta maaf dengan bahasa tubuh seperti itu. Namun sebagai catatan, tegaskan padanya bahwa pelukan dan ciuman penyesalan hanya boleh diberikan pada papa/mama/kakak/adik, sedangkan untuk teman/saudara/orang lain cukup dengan bersalaman. Bahasa tubuh juga efektif untuk batita yang komunikasi verbalnya belum lancar sehingga belum bisa mengucapkan kata maaf.

3. Dorong supaya bertanggung jawab

Selain mengucapkan maaf, minta anak untuk “bertanggung jawab” atas kesalahan yang dilakukannya. Umpama, ia menyenggol temannya sampai jatuh. Nah setelah minta maaf, jika temannya terluka, minta si kecil menyodorkan tisu/plester. Ini sebagai bagian dari pembelajaran tentang tanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan.

4. Berikan apresiasi

Setelah anak mengucapkan kata maaf, berikan apresiasi dalam bentuk pujian, seperti, “Wah, pintar, kamu sudah bisa minta maaf.” Hal tersebut sekaligus sebagai penguatan bahwa yang dilakukannya sudah benar dan perlu diulanginya lagi di lain kesempatan.

PESAN PENTING

Selain cara, orangtua juga harus mengajarkan kapan kata maaf itu diucapkan, yakni saat menyusahkan orang lain, mencelakai orang lain, melanggar janji, melakukan hal-hal yang sudah dilarang, melakukan hal-hal yang tidak disukai orang lain, dan sebagainya. Dengan begitu, yang ditekankan adalah pesan untuk tidak mengulangi kesalahan, bukan semata-mata minta maaf tanpa mengerti alasannya.

Apa jadinya kalau anak yang bersalah tidak dibiasakan meminta maaf?

* Anak tidak disukai dalam pergaulannya karena tidak biasa minta maaf setelah melakukan kesalahan. Ini akan berakibat pada perkembangan sosialnya. Apalagi kalau sikap masa bodoh ini terbawa sampai usia dewasa.

* Perkembangan emosinya tidak optimal karena dengan tidak mengakui kesalahan, ia tidak bisa menilai dirinya secara pas.

Jadi, say sorry… please!

(copas:nakita)

Demam Berdarah pada Balita

January 2nd, 2010

Waspada Demam Berdarah

Dari data Centers for Disease Control and Prevention, gejala demam berdarah kini tak lagi selalu ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah. Demam tinggi selama 2-7 hari juga bukan satu-satunya gejala. Jadi, Anda harus lebih waspada dan kenali gejala lainnya.
Gejala:

* Tubuh mengigil, nyeri kepala, nyeri punggung atau nyeri saat menggerakkan bola mata.
* Nyeri pada tungkai dan persendian.
* Bola mata atau wajah balita kemerahan.
* Pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombosit turun (kurang dari 10.000) dan kenaikan kekentalan darah (hematokrit meningkat 20% lebih tinggi dari normal).

Penyebab: Virus dengue sehingga disebut demam berdarah dengue (DBD). Virus ini terdiri dari empat jenis (strain), yaitu dengue tipe 1,2,3, dan 4. Virus ini dapat menginfeksi manusia lewat nyamuk Aedes aegipty atau Aedes albopictus. Nyamuk berkaki belang-belang putih-hitam ini mengigit orang di siang hari.
Penanganan:

* Pantau perkembangan penyakit balita di rumah dan kontrol ke dokter. Pastikan anak minum banyak cairan dan dipantau suhunya setiap hari.
* Bawa anak kembali ke dokter setelah demam berlangsung 3 hari dan lakukan pemeriksaan hemoglobin, trombosit dan hematokrit setiap hari berikutnya yaitu selama kurang lebih 4 hari.
* Bila hasil laboraturium menunjukkan ada tanda-tanda penurunan trombosit atau peningkatan hematrokit, anak harus dirawat di rumah sakit.

Pencegahan:

* Hindari adanya air tergenang di rumah. Bak mandi dikuras, dan bila ada gentong berisi air sebaiknya ditutup.
* Pelihara ikan di kolam, karena ikan memakan jentik-jentik nyamuk.
* Bekerja sama dengan pihak sekolah untuk menjaga kesehatan lingkungan sekolah, termasuk jangan ada air tergenang di sekolah. Jika perlu, melakukan tindakan pengasapan.
* Menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air.
* Sebelum ke sekolah, oleskan minyak talon atau minyak sereh ke tubuh anak saat sedang ada wabah DBD.

MAKANAN PANAS PICU SARIAWAN BAYI

January 2nd, 2010

Dot yang terlalu keras dan keseringan minum obat juga bisa membuat si kecil menderita penyakit ini.

Sariawan pada bayi kerap bikin bingung orang tua. Malah banyak yang tidak menyangka kalau anak berusia 0-12 bulan bisa mengalaminya. Jadi ketika si kecil rewel berkepanjangan dan enggan makan maupun menyusu, kita tak pernah mengaitkannya dengan kemungkinan penyakit tersebut. Padahal, sariawan bisa menimpa siapa saja. Bahkan sekitar 20 persen populasi berisiko terkena sariawan, termasuk bayi.

Jadi mulai sekarang, saat si kecil menujukkan rewel yang tidak biasa dan menolak minum/makan, coba periksa bagian mulutnya. Ciri-ciri fisik sariawan pada bayi hampir sama kok dengan sariawan orang dewasa, yakni adanya bintik putih yang dilingkari lingkaran berwarna merah. Namun jangan keliru, pada bayi sering juga ditemukan tanda putih agak buram di langit-langit mulutnya. Sekilas mirip sariawan, tapi sebenarnya adalah apstain pearl atau mutiara apstain. Ini sifatnya fisiologis dan akan menghilang sendiri.

Sebagai informasi, penyakit dengan bahasa ilmiah stomatitis ini lebih sering ditemukan pada bayi 6 bulan ke atas. Pada usia ini umumnya bayi baru tumbuh gigi sehingga karena belum terbiasa dengan organ barunya tersebut bisa jadi ada bagian mulutnya yang tergigit sehingga luka lantas memunculkan sariawan. Toh, bukan berarti bayi di bawah 6 bulan akan terhindar sepenuhnya dari penyakit ini. Hanya saja, menurut dr. Stephanus J. Sarmili, Sp.A., kemungkinan kejadiannya lebih jarang karena ia masih memiliki sisa antibodi dari ibu, terutama bayi yang diberi ASI eksklusif.

RAGAM PEMICU SARIAWAN

Selanjutnya spesialis anak Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya, Jakarta, ini menjabarkan pemicu sariawan pada bayi:

* Makanan/Minuman Panas

Mulut bayi belum sekuat orang dewasa. Jadi hati-hati saat membuatkan makanan/minuman bagi si kecil. Selalu periksa keadaan suhunya; masih kepanasan atau sudah cukup hangat untuk diterima mulut mungilnya. Justru anggapan bahwa susu yang memancar terlalu kencang dari botol bisa memicu terjadinya sariawan ternyata tidak tepat. Kecuali jika susu tersebut bersuhu tinggi. Jadi penyebabnya bukan kekuatan pancarannya tapi, sekali lagi, karena suhu yang panas.

* Traumatik

Yang dimaksud traumatik di sini, mulut anak terluka oleh sesuatu; entah karena gusinya tergigit atau terkena gesekan dot yang terlalu keras. Seperti yang sudah disinggung, kejadian luka pada gusi bayi bisa berkaitan dengan ketidaknyamanan bayi akibat giginya yang baru tumbuh. Antisipasinya, coba berikan ia teether (mainan khusus untuk digigit-gigit) sehingga rasa tidak nyamannya dapat berkurang. Gesekan dot yang berkontur agak kasar dan terbuat dari karet yang keras juga memungkinkan munculnya sariawan. Jadi sebaiknya gunakan dot yang dibuat dari bahan lunak dan lentur seperti dari silikon.

* Zat kimia

Pemakaian obat-obatan yang terlalu lama umpamanya pada bayi yang harus mengonsumsi obat untuk menyembuhkan vlek pada paru-parunya bisa memunculkan sariawan. Zat kimia yang dikandung dalam obat bersifat asam. Bila tersisa di mulut bisa memicu sariawan karena proses pengasaman akan mengundang datangnya bakteri. Untuk itu, sedapat mungkin, setelah meminumkan obat, minumkan bayi air putih sehingga sisa-sisa obat tidak menempel di gusi maupun dinding mulut.

AKAN SEMBUH SENDIRI
Yang perlu dicermati, faktor makanan/minuman terlalu panas, traumatik, ataupun zat kimia, merupakan pemicu bukan penyebab. Menurut Stephanus, penyebab utama sariawan adalah virus yang menempel di mulut yang sedang terluka. “Ini sangat mungkin terjadi karena banyak virus bertebaran di udara. Nah ketika masuk ke dalam mulut kemudian menempel di luka akan memunculkan sariawan.”

Sebenarnya dalam rentang 10-14 hari biasanya sariawan akan sembuh dengan sendirinya. Namun pada bayi perlu pena- nganan segera karena sariawan dapat menimbulkan gejala- gejala penyerta (simtomatis) yang membuatnya tidak nyaman. “Bila tidak diobati, memang relatif tidak ada bahaya yang mengancam jiwa bayi. Masalahnya, sariawan menimbulan nyeri dan rasa yang tidak nyaman. Kalau tidak ditangani, bayi jadi tidak mau makan. Belum lagi ia akan terus-menerus rewel karena nyeri dan perut kosong. Nah, efek lanjutan inilah yang harus diantisipasi,” ujar Stephanus.

Jadi jika si kecil menderita sariawan, bawalah ia ke dokter. Biasanya dokter akan meresepkan beberapa obat untuk menghilangkan gejala-gejala simtomatis. Misalnya, obat penghilang nyeri yang dirasakan, obat penurun panas untuk mengu- rangi demam yang bisa muncul akibat rasa nyeri yang diderita, dan lainnya. “Yang jelas tidak ada obat untuk menyembuhkan sariawannya karena hingga kini memang belum ada obat untuk itu.”

Bagaimana dengan vitamin C? Memang ada yang mengaitkan sariawan dengan kekurangan vitamin C sehingga pengobatan seringkali disertai dengan pemberian vitamin tersebut. Sebenarnya, vitamin C selain untuk meningkatkan daya tahan tubuh juga membantu epitelisasi, yakni proses pembentukan sel-sel/jaringan baru, termasuk yang ada di dalam mulut. “Diharapkan, dengan pemberian vitamin C proses penyembuhan luka bisa lebih cepat terjadi,” kata Stephanus.

SARIAWAN SEPERTI HFMD

Ingat kan penyakit “impor” dari Singapura yang disebut HFMD (Hand- Foot-Mouth-Disease) yang sempat menghebohkan Indonesia? Nah, penyakit yang diindonesiakan menjadi penyakit tangan kaki dan mulut ini memiliki salah satu gejala yang tak berbeda jauh dengan sariawan. Pada mulut penderita akan muncul bintik-bintik putih, mirip sariawan. Bedanya penyakit yang disebabkan virus flu singapura (coxsackievirus) ini bisa memicu demam pada bayi hingga 41° C. Sementara sariawan kalaupun sampai memunculkan demam tidak akan mencapai suhu setinggi itu.